Hujan di bulan Juni

Hujan… kemana ia….

kanapa tiba-tiba lenyap dari pandangan…

seolah ia terkubur oleh kabut awan yang hitam….

bulan ini hujan turun beberapa kali…., dan datng hanya sebentar…

ini bukanlah musim penghujan

Tak ada awan hitam yang datang…tak ada halilintar yang menyambar…. tak ada hujan badai yang menyeretnya pergi..

lalu…???

ini seolah salahku…

bukankah aku telah menoreskan kata-kata tersirat, melalui sandi-sandi yang mungkin aku pikir kau akan mengerti….

aku tetap tidak akan mengatakannya…

meski esok adalah hari terakhirku disini…

Hujaaan… aku berharap kau disini…, menemani.. hari-hari di perbatasan ini…

Sungguh… kali ini, jalan terasa sepi…

entah kemana perginya… orang ramai tadi…

aku tidak berharap dengan keramaian yang penuh sesak…

tapi aku ingin kau.. Hujan… yang menyejukkan hati ini…dengan gemercik lincahmu yang menari-nari diatas tanah gersang, dan lalu kau mengubahnya menjadi lumpur becek, yang membuat setiap anak kecil begitu gembira dengan keberadaanmu..

 

Rain…. I wish you were here….


Karakteristik Akuntansi

Ketika saya cermati  Karakteristik jurusan saya ini memiliki sifat konservatif, perfectionist, dan sangat menjaga kredibilitas. Tentu disetiap jurusan manapun pasti memiliki karakteristiknya masing-masing, tapi yang saya rasakan disini.. yah… seperti itulah….

Konservatif artinya terlalu berhati-hati.. mungkin ini juga didasari dari hubungan tugasnya yang menhitung angka, katakanlah nominal uang, dalam hal materil,  materi merupakan sesuatu yang sensitif. Maka dari itu perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam melaksanakan tugasnya yang berhubungan dengan “Money”. **Teringat cerita tentang profesi,

Dari kehatihatian itulah, orang akuntansi harus menjaga kepercayaannya dengan kliennya, istilahnya kredibilitas, karena sekali melakukan kesalahan atau ketidakjujuran… luruh-lah semuanya.

Perfectionist. Ini yang ngatain saya, mungkin ya… karena melihat teman2 terutama perempuan, kebanyakan bersikap perfectionist. Saya ga tau termasuk apa tidak,

Saya berpendapat seperti ini karena ketika beradaptasi dengan teman2 kuliah dulu, ketika itu ada sebuah tugas, yang harus di kumpulkan dalam sebuah lembar kertas polio. Dalam hal ini saya terbilang cuek dalam hal kerapihan , “tugasnya sering ditilep”, ketika melihat teman saya yang akan mengumpulkan tugas, dia selalu mewanti-wanti kalo tugas yang di kertas polionya ga boleh lecek atau terlipat sedikitpun. (ini hal sepele keliatannya tapi….merupakan cerminan katanya)

Hahaha…. memang dari SMP saya juga sering mewanti-wanti teman2 yang meminjam buku novel ataupun buku nonfiksi lainnya ga boleh dilipat sedikitpun, tapi terkadang saya mempunyai toleransi untuk buku-buku pelajaran….. (karena kalo buku koleksi itu biasanya di beli dengan uang sendiri,,, jadi kalo ada yang minjem, saya selalu me-Warning… kalo mau minjem ga boleh lecek ato ketilep sedikitpun , lebih baik hilangin ajja itu bukunya, kan kalo ilang bukunya bisa diganti sama yang minjem..heheheho…) beda sama buku pelajaran, karena buku pelajaran itu sering dibaca sambil ngapain ajja (sambil duduk, tidur, nonton tv,dll,) jadi masi ada toleransi, menurut saya. Sekali lagi “MENURUT SAYA”

Tapi…… ternyata ada juga orang tidak mentoleransi seperti saya ini… ya… kebanyakan yang saya temui ya..perempuan akuntansi… hahaha…

ga jauh beda sama tante saya, so perfectionist, mulai dari kebersihan, kerapihan, menjaga sikap, menjaga bicara, meletakkan sesuatu pada tempatnya *sudah seharusnya emang githu, , tapi dulu emang aku orangnya “sa enak edewe”,*seenaknya, semaunya,” *makanya sering diomelin… 😀

tapi…. kerasa banget manfaatnya, ^_^  tapi memang masi banyaaaak sekali hal2 yang masih harus aku perbaiki. Sangaaat jauh dari ke-apika-an tante2,dan temen2 lainnya. Jauuuhh…. sekali, jadi teringat dengan adik tingkatku dulu pernah  mengataiku” teteh kostum hari ini harajuku” dan suatu ketika juga sering diprotes untuk barpakaian seperti perempuan di majalah, oleh tante saya,  hm…. * apa saya selama ini bener2 salah dalam memakai sesuatu.*

oh… ternyata ketika perubahan kecil itu datang…. …… tetap saja masi ada yang kurang, dimatanya……

ah… ini kan saya…….. 😀

Kamu….??

 

Treasurer oF KISI

Bagi saya, mendapatkan amanah itu, suatu kepercayaan, tapi sekaligus sebagai tanggung jawab.  Tapi seringkali saya, mungkin kalian juga merasa, itu sebagai beban ketika kau tidak percaya bahwa diri kalian bisa menjalankannya atau tidak. Dilematis sekali rasanya……

Cukup 2 tahun berturut turut menjabat sebagai treasury of KISI. Rasanya tetap saja tidak ada kemajuan, *alih profesi ga ya….??

Menjadi seorang bendahara memang banyak sekali suka dukanya, tapi yang membikin orang ini parah adalah Bendahara dan wakil bendaharanya sama-sama ERORR…. entah dari segi hardisknya, ataupun softwarenya yang kena virus…..)(&^%&$%^@^^&@*#@^$% atau ………………..(akan sy ceritakan nanti)
Tentunya, tugas ini sangat berkorelasi dengan bidang study saya, membuat sebuah laporan keuangan, adalah hal yang saya pelajari di bangku kuliah saya.
Jurusan yang saya ambil, adalah akuntansi,….

Tapi… terkadang,,, apa yang kita pelajari tidak sesuai dengan apa yang terjadi pada prakteknya….,,,
pemahaman yang kurang, dan latar belakang menjadi salah satu faktor pemicu kurang sempurnanya sebuah tugas dilaksanakan,, dan kurangnya komunikasi yang terkoneksi juga termasuk didalamnya.

hmmm kira-kira Enaknya jadi bendahara…. apa ya….???hmmm…..
*mungkin jadi sering ngitung uang…(heiii,,, itu kan bukan uang saya…..)
*mungkin jadi sering mencatat laporan keuangan, (kan sudah saya bilang dari awal saya ga suka nulis)
*mungkin jadi orang yang sering dicari (hmmmmm…. mending kalo yang nyari minta tanda tangan, lha ini yang nyari saya kerjaannya minta duit..)
*mungkin jadi orang yang sering berinteraksi sama anak-anak KISI…. (hm…boleh… boleh… tapi, anak anak sering bilang kalo ketemu saya, pasti inget GaLibu…  teganya… kalian….)
$$(seharusnya ada pendelegasian wewenang dalam tugas ini, bendahara tidak sama dengan debt collector.. ckckck 😀 apalagi kalau penagihnya seorang perempuan, account receivable bakalan sulit terisi kembali)

Tuh kan….. sebetulnya banyak ga enaknya… jadi bendahara itu….. *(tapi kenapa dalam drama kehidupan nyata banyak banget yang pengen duduk di posisi in?)$$jawab: lapak basah katanya….”

Yang paling menyedihkannya adalah ketika saya harus membawa uang infak Kuliah Duha,*bukan dibawa kabur, tapi untuk di hitung kembali dan ditukar ke uang kertas.
Masalahnya…… uang infak tersebut, kebanyakan “RECEH”,
Apakah kau tau berapa kilo saya bawa uang tersebut ke rumah?????????
yang pasti bikin pundak saya pegeelll…..
Dan disaat genting seperti ini, ternyata,baru saya sadari tak ada satupun dari anak buah saya yang setia…..
“di suruh nukerin uang ajja ga mau..” ampuuun deh, ya Allah…
giliran minta uangnya ajja, pengen yang bagus,…. aneh.. deh….

*pastinya Hikmah  yang saya petik dari kejadian ini adalah
Kalau kita mau berinfak, usahakan jangan pake uang RECEH, kasian sama bendaharanya. Infak itu suatu amal jariah, bekal yang akan kita bawa ke akhirat, Jadi Banyak-banyaklah berinfak seBesar Rasa Syukurmu^^, “apa cukkup ongkos buat ke syurga hanya dengan 500 perak, sementara baju yang kalian pakai harganya ….???””
nb: yang terpenting juga keikhlasan kita dalam memberi

*saya ga ngerti sama orang yang ga suka dikasih uang Lecek (sama saya juga) tapi apa mereka ga pernah ngasi uang lecek ke orang???? Tentu yang jadi korban,,, selalu bendahara..
gilirAn uang lecek ajja di kasi ke bendahara, tapi giliran minta uang, pengen yang gress…
uhhh….. sebelnya sama orang yang kayak gini ni…..
kan tuh uang pasti di jajanin lagi , ga mungkin di taro di dompet, seumur hidup… :p

PeAcE…. 🙂

OVJ

Semenjak, sempat hampir pingsan di sebuah tempat,,, entah karena pikiran terlalu berat, atau terlalu banyak… atau memikirkan sebuah tugas skripsi yang belum kelar-kelar… Saya sering menyempatkan diri untuk melihat OVJ…

Opera Van Java…..

lha apa hubungannya??

ya… paling tidak menghilangkan kemumetan sejenak dengan tertawa melihat acara ini….

biasanya saya benar-benar lepas kendali kalo udah nonton OVJ, padahal sebelumnya, saya jarang bangeeeet nonton acara ginian…..

hahaha.. lumayan menghibur…. 😀

yang ini terlalu feminim,,….

mungkin setelah melihat OVJ bisa berubah jadi kayak gini….

coretan Nur vitri

Malam sebentar lagi habis. Mimpi belum juga datang.

Dear Tuhan, kalau jodoh ada di tanganmu. Bisa tolong kasih tau kau meletakkannya dimana, nanti biar saya jemput.

Dear Tuhan, katanya jodoh ada di tangan-Mu. Tangan kanan atau tangan kiri? Agar aku tahu apakah ia semanis madu atau seperti racun.

Dear Tuhan, jika jodoh ada di tangan-Mu. Tolong jangan genggam dia terlalu erat. Aku takut ia kesakitan.

Dear Tuhan, katanya jodoh ada di tangan-Mu. Semoga ia, orang yang sama yang mendiami talamus talamus di otakku.

Dear Tuhan, aku adalah Jodoh orang lain kan? Berarti aku ada di tangan-Mu. Bisa tolong cepat lepaskan aku? Dia terlalu lama menungguku.

Dear Tuhan, aku tahu ribuan doa mengantri Kau baca satu per satu. Aku hanya takut dia menjadi jawaban doa orang lain yang kau kabulkan lebih dulu.

Tuhan, maaf aku terlalu cerewet. Jaga dia, untukku..

Statusnya NurV3 lucu Banget…. wkwkwkwk… 😀 #cerewet banget ya.. doa nya… hehehe

3:21     my purple bedroom

Cukuplah Aku Mencintai Dalam Diam

Kalau kita sukakan seseorang,
jangan beritahu si dia.
Nanti Allah kurangkan rasa cinta padanya
Tapi luahkan pada Allah,
beritahulah Allah.
Allah Maha mengetahui siapa jodoh kita ..

Cintai Dia Dalam Diam,
Dari Kejauhan Dengan Kesederhanaan & Keikhlasan

Jika benar cinta itu kerana ALLAH maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH!


“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran ALLAH.”
(Adz Dzariyat : 49)

Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah, berdoalah & berpuasalah

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji.
Dan suatu jalan yang buruk.”
(Al Israa’ : 32 )

 

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang,
Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya & Dia telah menciptakan sseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.

Ketika kau merasa bahawa kau mencintai seseorang,
namun kau tahu cintamu tak terbalas
Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu & Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu

Cukup cintai dalam diam
bukan kerana membenci hadirnya
tetapi menjaga kesuciannya
bukan kerana menghindari dunia
tetapi meraih syurga-NYA
bukan kerana lemah untuk menghadapinya
tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup

Cukup cintai dari kejauhan
kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkan dari ujian
kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan
kerana mungkin membawa kelalaian hati-hati yang terjaga

Cukup cintai dengan kesederhanaan
Memupuknya hanya akan menambah penderitaan
menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan

Cintailah dengan keikhlasan
Kerana tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati
tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi..??

“.. boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(Al Baqarah : 216 )

Jangan memberi harapan pada yang belum pasti,
kelak ada insan yang bakal dilukai,
Jangan menaruh harapan pada yang belum tentu dimiliki,
nanti hati yang kecewa sendiri.

Sebaliknya,
gantunglah segenap pengharapanmu kepada Yang Maha Memberi,
nescaya dirimu tak sesekali dizalimi,
kerana Dia mendengar pengharapanmu setiap kali & Dia menunaikannya dgn cara-Nya yang tersendiri

Cukup cintai dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan & keikhlasan
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan
mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan
serahkan rasa itu pada Yang Memberi dan Memilikinya
biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya.


“Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.”
(Umar Bin Khattab ra)

If you really love her, you won’t touch her.
Not even the slightest bit.
You’ll protect her dignity and sacredness as a muslimah.
Just hold her in your heart for a few more years ..
then you can do it the halal way


“Sesiapa sahaja yang memberi kerana Allah, menolak kerana Allah, mencintai kerana Allah,membenci kerana Allah & menikah kerana Allah, maka bererti ia telah sempurna imannya.”
(HR. Al-Hakim)

P/S :Sebelum tiba waktunya untuk kamu halal bersama si dia, tahanlah hatimu. Tahanlah perasaanmu. Jika perasaan itu tidak tertahan lagi, coretkan segala isi hatimu tentang cinta & rindu, tentang doa & harapanmu padanya dalam tulisan. Dan simpanlah warkah yang tidak beralamat itu sebaik mungkin.

Apabila tiba saatnya kamu disatukan, maka serahkanlah segala isi hatimu itu padanya. Dia pasti bahagia menerimanya, tetapi jika waktu itu belum tiba. Biarlah ia menjadi RAHSIA antara dirimu dan Sang Pencipta sahaja kerana kelak jika dia bukan milikmu, bakarlah coretan itu bersama hilangnya wajah si dia dari hatimu…..

from : tetangga sebelah