Hujan di bulan Juni

Hujan… kemana ia….

kanapa tiba-tiba lenyap dari pandangan…

seolah ia terkubur oleh kabut awan yang hitam….

bulan ini hujan turun beberapa kali…., dan datng hanya sebentar…

ini bukanlah musim penghujan

Tak ada awan hitam yang datang…tak ada halilintar yang menyambar…. tak ada hujan badai yang menyeretnya pergi..

lalu…???

ini seolah salahku…

bukankah aku telah menoreskan kata-kata tersirat, melalui sandi-sandi yang mungkin aku pikir kau akan mengerti….

aku tetap tidak akan mengatakannya…

meski esok adalah hari terakhirku disini…

Hujaaan… aku berharap kau disini…, menemani.. hari-hari di perbatasan ini…

Sungguh… kali ini, jalan terasa sepi…

entah kemana perginya… orang ramai tadi…

aku tidak berharap dengan keramaian yang penuh sesak…

tapi aku ingin kau.. Hujan… yang menyejukkan hati ini…dengan gemercik lincahmu yang menari-nari diatas tanah gersang, dan lalu kau mengubahnya menjadi lumpur becek, yang membuat setiap anak kecil begitu gembira dengan keberadaanmu..

 

Rain…. I wish you were here….


Sayap-Sayap Patah -KG-

Wahai langit ….

Tanyakan pada-Nya …Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini ….

Begitu rapuh dan mudah terluka ….

Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta Begitu kuat dan kokoh ….

Saat berselimut cinta dan asa ….

Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini ….

Mengisi kekosongan di dalamnya…

Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih Menimbulkan segudang tanya ….

Menghimpun berjuta asa ….

Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira ….

Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa ….

Menghimpit bayangan ….

Menyesakkan dada ….

Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa …

Wahai ilalang ….

Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini ?

Mengapa kau hanya diam ….

Katakan padaku …….

Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini ….

Sesuatu yang dibutuhkan raga ini ….

Sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali ….

Desiran angin membuat berisik dirimu ….

Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku ….

Aku tak tahu apa maksudmu ….

Hanya menduga ….

Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana ….

Menunggumu dengan setia ….

Menghargai apa arti cinta ….

Hati terjatuh dan terluka ….

Merobek malam menoreh seribu duka ….

Kukepakkan sayap – sayap patahku ….

Mengikuti hembusan angin yang berlalu ….

Menancapkan rindu ….

Di sudut hati yang beku …. Dia retak, hancur bagai serpihan cermin ….

Berserakan ……..

Sebelum hilang diterpa angin ….

Sambil terduduk lemah Ku coba kembali mengais sisa hati ….

Bercampur baur dengan debu ….

Ingin ku rengkuh ….

Ku gapai kepingan di sudut hati ….

Hanya bayangan yang ku dapat ….

Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya ….

Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini ….

Ia telah patah ….

Tertusuk duri yang tajam ….

Hanya bisa meratap ….

Meringis ….

Mencoba menggapai sebuah pegangan ….

 

 

-KG-

1000 tahun CaHaya

meski sinarmu berlari 1000 tahun cahaya…
tapi sendu..masih tersirat dibagian raganya.,
dan ia tak bisa mendatangkan goresan lentik dijiwanya…
yang kau hantarkan lebh dr 1000 makna…
namun hidup tidak sekuat cahaya….
ia bth penopang
agar ia tak terjatuh
karna ia lemah
bukan jiwa yg tdk ia miliki
tapi aliran energi yg menghilang dlm kepahitan laut ini..
ia datang dgn laju..
mendekati magnet cahaya…dgn seonggak perahu
ia melihat kau menari…berputar diantara bintang2
dengan keelokanmu…kau membuat ritme kehidupan
entah nada cerita itu pergi kmana,..
tp aku mendapati sebuah sinar dalam genggamanku
indah memang….
tapi …..

Days

Kau pernah merasa, apabila bertemu dengan seseorang, hatimu berubah memerah, meluap hingga ubun ubunmu, menggusarkan jiwamu…..

Kau juga tentu pernah, bertemu seseorang, tiba-tiba hatimu berubah menjadi indah, seindah taman firdaus,

Itulah…….

Aku datang dari pagi-pagi buta, hanya untuk menjemput sesimpul  senyuman, sejuk memang…….

Tapi siang mulai menjelang… PANAS…!!!!

Dan aku melangkah gontai menghindari luapan api yang menari….

Aku pulang dengan mencari jalan yang lebih bijak….

Meski aku harus melewati alur yang lebih panjang… tapi aku rasa itu yang lebih baik…

Melewati  lautan antartika  menjadikan hati ini dingin, sedingin es, di musim salju

Kau sendiri…

Apa tidak bisa melupakan sejenak memori silam itu..??

Mungkin ada kata yang akan kau lontarkan di ujung lidahmu….

Begitu pula aku…

Tapi Kita lebih kuat dari alam yang bungkam

Stagnan

Diriku Larut dalam kebingungan…

kebingungan atas ketetapan….

Ketetapan yang tidak bisa digugat..

Hey….. Sedang apa kamu….!!

hanya mengintip sebaris topeng kehidupan…yang tak pernah berhenti menjamah manusia…..

Maya….

Apa kamu melihatnya….
Ya.. aku Lihat, tapi aku diam

hah… Bodoh!!!

serentetan dosa membuntutimu…

apa kau akan tetap diam dalam kegelapan itu???

tidak… kawan… aku hanya menunggu waktu untuk berbicara…

berbicara dengan lantang…agar suaraku bisa di dengar….

Lalu..?? bagaimana jika suaramu tiba-tiba menghilang dalam keheningan….

orang lain tetap tidak akan bisa mendengarmu….

Lalu apakah aku harus beradu mulut dalam keramaian… dan sama saja bagiku,,,, orang lain tidak akan bisa mendengar suaraku……

Payau

Masih Mencoba memahami arti kalimat yang terselubung ini….

Aku telah lama menapaki, jejak-jejak hitam dalam permadani pasir putih yang menghampar….

Ku telusuri  labirin dalam otakku,,, mencari makna itu….

Namun apa yang kudapat????

Sama seperti semula…..

Aku masih belum memahami…. apa arti kata itu…..

Terlalu dangkal aku memahami….. pemikiran Langitmu

Sama halnya seperti aku mengatakan  “ya… ini air payau!”

Namun menurutmu itu bukan

Kau bilang ini wine….

Dibuat dengan racikan khusus yang memabukkan….

Payah….!!

 

Awkward Stalker

Aku melihatmu dari kejauhan

Aku teringat dimana , disaat kita tidak memiliki apa yang kita inginkan.
Aku teringat ketika kita bersama , bercengkrama, menatap langit biru, penuh dengan awan putihNya,
disaat kita merencanakan masa depan, menata tempat yang kita pijak, yang terlanjur untuk dilewati..
Aku teringat ketika kita berdiri, dan lalu duduk kembali dengan penuh kebingungan, hanya untuk melewati satu hari yang amat sangat menentukan kita kedepan..
Rasanya amat melelahkan jika aku harus mengingatnya kembali memori itu,,,,
Diantara kita tidak ada yang tau…..
Hari ini aku merasa kau dekat… Dekaaat sekali…. Aku tau kau ada…..tapi kau tak nyata…
AnGaN.. kOsoNg….
Kau tidak tau  akan kepergianmu itu telah mengisahkan 1000 warna cerita dalam hidupku….
Dulu aku berharap..hadirnya kau disini, akan bisa menjadi partnerku dalam mengubah keadaan…
Dari SEMANGATmu aku BelaJaR
Dari SEMANGATmu setidaknya rasa malas untuk pergi berjuang akan malu hinggap di pundakku….
Dari SEMANGATmu, aku mengerti keikhlasan , mengerti akan sesuattu yang ALLAH berikan, itulah yang terbaik….
Aku merasa kau memiliki aura itu…aku tau kau baik…
Aku yakin itu… Meski dalam wujudnya Aku belum tau….
Meski aku menatapmu dari kejauhan…
Aku tak yakin jika berjuang sendiri..
Tapi bukan berarti aku tak yakin dengan kekuatan Allah..
Aku Yakin,, Allah akan bantu…
hanya saja penopang ini terlalu lemah…
entah disana kau berbuat apa…
yang pasti, ketika kejutan itu datang menemuimu…tentu amat sangat membanggakan dirimu, juga orang disekitarmu, begitu pula diriku…
Tapi kau tidak tau itu semua,, kau tidak menyadarinya…
Ini hal yang teramat LanGka…
Aku tidak tahu kau secara pasti….
tapi aku peprnah mengintaimu dalam suatu keadaan….
Di jalan.. di dunia nyata…di dunia maya… bahakan sampai ke angkasa, dan jika harus menaiki paus akrobatis untuk menyusuri dalamnya lautan atlantik pun akan aku lakukan….
Namun sayang,,,, jejak itu menghilang….
mungkin aku harus mencarinya….
sejuta koin emas,,akan aku kumpulkan.. untuk menyusuri jejak itu…….
terlalu melankolis ternyata jika aku sebutkan bahwa ketiadaanmu,,itu membutku selalu merasakan “ada sesuatu yang hilang……”
ya aku sedih….
tapi aku tidak akan memaksamu untuk ada disini…
aku juga tidak berharap kamu disini, Hari ini……
karna aku tau. kau akan kembali.. kau begitu berharga dimataNya..
terlalu mahal jika kau tetap disini…..
untuk itulah aku mengerti mengapa Tuhan mengambilmu…
dan menempatkanmu di tempat yang Lebih Indah….di tempat yang jauh dariku….
terkadang aku meminta Tuhan…”mengapa tidak membawaku saja sekalian…ke tempat itu?”
tapi…..aku tau.. aku tak cukup layak di ranah itu…

AnGiN

ANGIN, 3

“Seandainya aku bukan   ……
Tapi kau angin!
Tapi kau harus tak letih-letihnya beringsut dari sudut ke sudut kamar,
menyusup celah-celah jendela, berkelebat di pundak bukit itu.
“Seandainya aku . . . ., .”
Tapi kau angin!
Nafasmu tersengal setelah sia-sia menyampaikan padaku tentang perselisihan antara cahaya matahari dan warna-warna bunga.

“Seandainya  ……
Tapi kau angin!
Jangan menjerit:
semerbakmu memekakkanku.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,1982

Oleh :Sapardi Djoko Damono

Buih 2

buih yang mengalir…
tapi sbenarnya itu kristal yg mencair…terbawa angin…
mata tergoda oleh kabut yg berasap…
menjadi seribu mutiara yg menetas dalam cakupan kerang…
meluncur turun kebukit sampai ke titik bumi…
nada pantai tak selalu berdesir..
melody laut tak selamanya damai…
namun ada raga yg tak terbagi hak…
hingga pemilik..berikan badai…
badai tak selamanya melekat…
tapi hujan…akan membwa pelangi itu datang…
mungkin awan akan menutupi…
tapi cahaya akan tetap ada….

inspired -KG-

BuiH….

namun…
haruskah suaraku kabur dalam telinga kalian..?
dan menghilang dalam kenangan kalian…
aku akan datang dgn hati yg lbh kaya.,bibir yg lbh bersuara.,pada ruh jiwaku..
aku harus kembali dgn ombak pasang..
dan meski kematian menyembunyikan diriku..dan kesunyian yg lbh bsar menutupiku..aku akan mencari pemahamanya…
bukan dalam kepahitan aku mencari…
bila aku harus mengatakan kebenaran..
kebenaran harus membuka diri kalian..
dalam suara yg lbh jelas..dan dlm kata2 yg lbh tepat dgn pikiranmu..
aku akan pergi dgn angin tp tdk akan jatuh dlm kehampaan..
dan bila hari ini bkn saat yg tpt..biarkan menjadi janji sampai hari yg lain
ketahuilah..mungkn dr kesunyian itu aku akan kembali..
buih yg menjauh saat fajar meninggalkan embun di kebun..dan berkumpul di awan
dan turun lagi sbg hujan…
tapi tidak seperti buihku…

Inspired K.Gibran-